Perbedaan Kakao dan Kokoa

2 min read

Perbedaan Kakao dan kokoa

Perbedaan Kokoa dan Kakao- Taukah jika kakao dan kokoa berbeda? Kedua nya malah memiliki bentuk yang sangat berbeda namun penyebutannya sering disama artikan.

Kakao dan kokoa adalah sejenis coklat yang namanya mirip namun berbeda bentuk, mari kita bahas perbedaan kakao dan kokoa lebih dalam.

Kakao (Cacao)

Perbedaan kakao dan kokoa

Apa itu kakao?

Berasal dari bahasa Aztec cacahuati/cacahua yang kemudian di sebut Cacao oleh Spanyol dan sampai ke lidah Indonesia dengan sebutan KAKAO merupakan tanaman, buah berwarna hijau yang akan berubah menjadi warna kuning saat matang. Kakao merupakan biji buah yang digunakan sebagai bahan dasar cokelat also know as cokelat yang masih mentah atau alami.

Nah jadi kakao adalah tanaman bakal atau bahan dasar cokelet yang selama ini kita makan.

Tanaman atau pohon kakao menghasilkan buah yang memiliki ukuran cukup besar. Buah kakao memiliki biji di dalamnya yang nantinya akan dijadikan bahan pembuatan cokelat. Biji buah cokelat ini memiliki bentuk yang lumayan besar dengan daging buah berwarna putih, terasa manis-manis asam yang menyelimuti bijinya.

Satu buah kakao atau cokelat mengandung hingga kurang lebih 30-60 biji. yang nantinya akan melalui tahapan proses untuk diolah menjadi cokelat.

Kokoa (Cocoa)

Setelah membahas kakao sekarang saatnya membahas kokoa. Kokoa adalah bubuk cokelat yang di hasilkan oleh biji kakao, kokoa atau cocoa biasa sudah di campur dengan susu dan gula yang menjadi bahan baku pembuatan cokelat batang yang menjadi konsumsi public.

Kokoa tidak hanya dijadikan blok cokelat namun juga olahan coklat lainnya seperti butiran cokelat atau sebagai campuran pembuatan kue.

Dalam tahap pembuatan kokoa di bedakan menjadi dua cara yakni dutch dan alami.

proses pengolahan yang berbeda juga membuat perbedaan kualitas olahan. kokoa kan mengandung sedikit lemak dan memiliki rasa pahit sedikit jika diolah secara alami. Bubuk kokoa ini biasa digunakan sebagai bahan membuat kue.

Proses secara dutch akan menghasilkan kualitas warna lebih gelap dan bertekstur lembut yang biasa disebut dark cocoa.

Nah dari sini sudah tau kan perbedaan cocoa dan cacao. Selanjutnya kita akan membahas bagaimana tahap pengolahan kakao menjadi kokoa.

Pada tahun 1560 tumbuhan kakao mulai dikenal oleh indonesia, namun di tahun 1951 kokoa menjadi suatu komoditas penting. Namun pemerintah mulai mendukung komoditas kokoa pada tahun 1975.

Kokoa pertama kali digunakan oleh penduduk suku maya dan aztec di Amerika Selatan sebagai bahan pembuat makanan dan minuman. Pada abad ke 16 kokoa juga di kenal oleh bangsa Spanyol yang kemudian keberadaannya meluas ke negara Ammerika bagian utara, Afrikan kemudian Asia.

Kokoa kemudian menjadi bahan dasar minuman seperti susu, permen, sereal dan kue. Cokelat memang sangat lezat namun pernahkah kita tahu bagaimana pembuatan cokelat?

Berikut proses pengolahan kokoa hingga menjadi cokelat seperti yang kita ketahui.

Proses Pengolahan Kakao Menjadi Kokoa

Perbedaan kakao dan kokoa

Fermentasi

Biji kakao sebelum diproses masih memiliki daging buah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pemisahan antara biji dengan daging buah.

Dalam proses fermentasi biji kakao akan dimasukkan kedalam wadah yang di tutup rapat selama beberapa hari agar daging buah kako dapat diamakan oleh mikroba sekaligus proses fermentasi biji kakao. Proses fermentasi akan menimbulkan rasa dan aroma coklat yang khas.

Pengeringan

Proses pengeringan biji kakao memerlukan waktu beberapa hari hingga biji kakao benar-benar kering hingga siap disalurkan pada tahap pembuatan cokelat.

Pemanggangan

Dalam proses pemanggangan biji kakao dapat diolah sesuai kebutuhan, di tahap pemanggangan biji cokelat sudah menunjukkan ciri rasa khas cokelat yang murni, rasanya pahit.

Penghancuran

Tahap selanjutnya adalah penghancuran, pada tahap ini biji akan dipisahkan dengan kulit luarnya. biji kakao yang sudah terpisah dengan kulitnya di sebut nibs, dengan ukuran lebih kecil dari biji kakao yang asli.

Penggilingan

Tahap terakhir dalam proses pengolahan adalah penggilingan. Biji nibs akan di giling hingga menjadi serbuk cokelat yang akan di campur dengan bahan lain seperti vanila, susu dan gula.

Setelah tahap pengolahan selesai bubuk kakao siap untuk di konsumsi atau di jadikan olahan cokelat seperti yang kita tau. Kakao bubuk ini yang di sebut kokoa.

Tidak hanya enak untuk di konsumsi kokoa juga memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah manfaat untuk kesehatan.

Manfaat Kakao Bagi Kesehatan

perbedaan kako dan kokoa

  • Efek Anti Oksidan

Biji kokoa memilikii efek anti oksidn, memiliki kandungan phytochemikal fenolik dan flavonoid yang dapat melindungi kerusakan sel akibat radikal bebas. Kerusakan sel aksidatif dapat menimbulkan penuaan dini.

  • Meningkatkan suasana Hati dari Kinerja Kognitif

Dalam kakao mengandung epicatechin flavonoid dapat meningkatkan berbagai efek kognisi. Mempertahankan kognitif dalam penuaan dan dapat membuat suasana hati lebih baik.

  • Menurunkan tekanan darah

Penemuan terbaru bahwa flavonoid dapan menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah.

  • Melindungi Hati

Peneliti menemukan flavanol dan prosianidin pada kakao dapat meningkatkan kapasitas antioksidan pada plasma darah, serta menghasilakan jantung yang lebih sehat dan mengurangi reaktivitas platelet.

  • Mengatur kadar insulin

Kandungan epicatechin, flavanol yang terdapat pada kakao dapat membantu meningkatkan protein penting yaang membantu produksi glukosa sekalipun bagi penderita diabetes.

  • Mengandung banyak gizi

Dalam biji kakao memiliki kandungan zat bezi, kalium, nutrisi magnesium, seng, kalsium, magan dan tembaga.

  • Membantu memperbaiki fungsi otak

Terdapat senyawa palifanol yangg bisa menurunkan resiko penyakit neorodegeneratif dengan memperbaiki fungsi otak dan aliran darah pada tubuh.

Nah sudah tau apa perbedaan kakao dan kokoa kan.. terimakasih sudah menyempatkan membaca ulasan kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: