Tata Cara Shalat Dhuha, Keutamaan Waktu dan Niat Shalat Dhuha

4 min read

Shalat Dhuha, Tata Cara Shalat Dhuha

Tata Cara Shalat Duha- Salah satu dari banyak nikmat Allah di antaranya adalah amalan-amalan sunnah. Amalan sunnah dapat menambah pahala bagi yang melaksanakan. Amalan sunnah juga tidak berdosa jika sengaja di tinggalkan.

Dari banyaknya amalan sunnah yang dianjurkan, shalat dhuha termasuk dalam salah satu amalan sunnah. Mari kita bahas tentang shalat dhuha dari keutamaan hingga tata cara shalat dhuha.

Keutamaan Shalat Dhuha

Shalat dhuha merupakan salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan yang luar biasa. Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang dikerjakan 15-20 menit setelah matahari terbit hingga memasuki waktu dhuhur. Untuk waktu shalat dhuha sendiri bisa dimulai dari pukul 07.00-10.00 waktu daerah setempat.

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang tata cara shalat dhuha dan beberapa keutamaan serta waktu yang pas untuk mengerjakan shalat dhuha.

Shalat dhuha merupakan amalan wasiat Rasullullah kepda Abu Hurairah. Rasullullah memerintahkan agar melaksanakan shalat dhuha sebagai amaolan harian.

Hukum shalat dhuha adalah sunnah muakkad . Banyak sekali keutamaan shalat dhuha yang dapat kita temui dari membaca hadis Rasullullah. Diantaranya adalah sebagai berikut.

baca juga : Shalat Sunnah Rawatib

Shalat Dhuha Merupakan Sedekah

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, dikatakan bahwa shalat dhuha merupakan sedekah.

Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, menyuruh kebaikan merupakan sedekah, dan mencegah kemungkaran merupakan sedekah. Dan semua itu bisa disetarakan dengan mengerjakan Shalat Dhuha dua rakaat”. (H.R Muslim dari Abu Dzar)

 

Dalam hadis Rasullullah mengatakan bahwa shalat dhuha adalah sedekah.

Dalam diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh ruas tulang, hendaklah ia mengeluarkan satu sedekah untuk setiap ruas ituPara sahabat bertanya, ‘Siapa yang mampu mengerjakan hal tersebut wahai Nabi Allah?’ Nabi berkata, ‘Dahak di masjid yang engkau pendam, suatu aral yang engkau singkirkan dari jalan. Jika kamu tidak mendapatkan sesuatu yang sepadan, maka cukuplah bagimu shalat Dhuha dua rakaat”. (H.R. Abu Daud dan Ahmad dari Abu Buraidah)

 

Setiap dua rakaat shalat dhuha setara dengan 360 sedekah, minimal pengerjaan shalat dhuha adalah 2 rakaat.

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

 

Shalat Dhuha Sebagai Simpanan Amal

Salah satu keutamaan shalat sunnah adalah untuk menyempurnakan shalat wajib. Tidak hanya sebagai menambal kekurangan shalat wajib shalat sunnah juga sebagai simpanan amal.

Dalam hadisnya Rasulullah SAW menjelaskan

“Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah shalatnya. Jika benar (shalatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan jika rusak (shalatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada shalat wajibnya.

Allah berfirman, ‘Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku memiliki shalat sunah maka sempurnakanlah dengan shalat sunahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada shalat wajibnya. Jika selesai urusan shalat, barulah amalan lainnya.” (H.R. Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah RA)

 

Ghanimah (Keuntungan) Besar

Shalat Dhuha memiliki keuntungan yang besar didalamnya, yang dijelaskan dalam hadis Rasullullah sebagai berikut.

Barangsiapa shalat Dhuha 2 rakaat, ia tidak akan termasuk golongan pelupa/lalai. Barangsiapa shalat Dhuha 4 rakaat, akan dimasukkan kepada golongan orang-orang yang taubat (kembali kepada Allah). Barangsiapa shalat Dhuha 6 rakaat, akan dicukupi kebutuhannya hari itu. Barangsiapa shalat Dhuha 8 rakaat, termasuk golongan hamba-hamba yang patuh. Dan barangsiapa shalat Dhuha 12 rakaat maka Allah akan membangun baginya rumah di surga”. (H.R. Thabrani dari Abu Darda’)

Shalat Dhuha merupakan Shalat Awwabin

Bagi siapa mengerjakan shalat dhuha Allah akan mengapuni dosanya meski sebanyak buih di langit. Rasullullah menyebutkan shalat dhuha sebagai shalat awwabin, atau shalat orang yang bertaubat, shalat orang-orang yang taat.

Dalam sebuah hadis yang dikatakan Abu Hurairah diriwayatkan.

 “Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan” (HR. Ibnu Khuzaimah; shahih)

Tercukupi Kebutuhan Hidupnya

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Orang yang menjalankan shalat dhuha karena Allah akan dilapangkan dan dimudahkan rezekinya . Di jelaskan dalam hadis khudsi oleh Rasullullah

Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (shalat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari”. (H.R. Tirmidzi)

Pahala Haji dan Umrah

Keutamaan lain dari shalat dhuha adalah pahala haji dan umrah bagi yang mengerjakannya.

Dari sebuah hadis Rasullullah bersabda

Barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah kemudian duduk berzikir untuk Allah hingga matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan shalat dhuha dua rakaat, maka baginya seperti memperoleh pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya”. (H.R. Tirmidzi)

Setelah membahas tentang keutamaan shalat dhuha selanjutnya kita akan membahas tata cara shalat dhuha. Shalat sunnah yang dikerjkan setelah terbitnya matahari ini biasa di kerjakan mulai dari 2 rakaat hingga 12 rokaat

Setelah mengetahui beberapa keutamaan shalat dhuha kita akan membahas lebih detail tentang waktu yang pas untuk mengerjakan shalat dhuha.

baca juga : Shalat Sunnah Rawatib

Waktu Shalat Dhuha

Waktu shalat dhuha jam berapa? Sering kali kita bertanya tentang kapan waktu yang tepat untuk mengerjakan shalat dhuha. Tapi tahukah kamu kapan waktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat dhuha?

Untuk kamu yang masih bertanya tanya sebenarnya kapan kita harus melaksanakan shalat dhuha, kapan dimulai dan kapan batas akhirnya? Langsung saja di simak. Waktu shalat dhuha terbaik menurut ajaran islam adalah saat 20 menit setelah matahari terbit dan dibatasi hingga 15 menit sebelum waktu dhuhur.

Tata Cara Shalat Dhuha

Tata Cara Shalat Dhuha
Shalat Dhuha

Seperti shalat pada umumnya tata cara shalat dhuha di awali dengan niat sholat dhuha, takbirotul ihrom, membaca doa iftitah, membaca alfatihah, membaca surat ad-dhuha atau ayat al quran lainnya.

Nah bagaimana sih niat shalat dhuha? Berikut bacaan niat shalat dhuha dan artinya.

Bacaan Niat Shalat Dhuha

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

“Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”

Arti : “Aku niat Shalat Dhuha Dua Rakaat Karena Allah Ta’ala.”

Waktu Terbaik Untuk Mengerjakan Shalat Dhuha

Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu telah terbitnya matahari, tepatnya 20 menit setelah terbit yang memiliki batas waktu sampai 15 menit sebelum dhuhur.

Namun banyak yang bertanya kapan sih golden moment nya? Waktu paling baik melaksanakan shalat dhuha adalah di 1/4 terakhir waktu shalat dhuha di saat terik matahari mulai memanas. Meski begitu mengerjakan pada awal waktu atau akhir waktu juga sama baiknya daripada tidak mengerjakan sama sekalai.

Jangan Lupa membaca do’a setelah shalat dhuha, berikut adalah bacaan do’a setelah shalat dhuha

Do’a Shalat Dhuha

 

 

Do'a Shalat Dhuha
Do’a Setelah Shalat Dhuha

(Alloohumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka.Alloohumma inkaana rizqii fis samaa-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’assiron fayassirhu, wa inkaana harooman fathohhirhu, wa inkaana ba’iidan faqorribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shoolihiin)

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

 

Demikian sedikit penjelasan tentang shalat dhuha dan tata caranya. Semoga dapat membantu dalam memperoleh informasi, terimakasih sudah menyempatkan membaca. kritik dan saran pembaca sangat membantu penulis untuk lebih bersemangat dan meningkatkan kualitas penulisan.

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, Wallahu a’lam bish-shawab.
baca juga : Shalat Sunnah Rawatib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *